Apa Itu Sondir? Ini Dia Penjelasan Lengkapnya!

Jual Capping Beton Bandung
Jual Capping Beton Bandung – PT. Bima Santosa
September 16, 2021
Jasa Survey Topografi Medan
Jasa Survey Topografi Medan
Januari 7, 2022
apa itu sondir

Apakah itu test Sondir? Apakah kegunaan nya? Mungkin ada beberapa kalangan yang belum paham dan mengetahui apa yang dimaksud dengan sondir dan kegunaan nya.

Sondir adalah alat yang merupakan representase dari pondasi tiang dalam skala kecil yang berbentuk silinders dengan ujungnya berupa bikonus. Bikonus ditekan kedalam tanah dengan menggunakan seperangkat alat penekan manual atau hidrolis dengan perantara stang pipa sondir lengkap dengan batang dalam sebagai penghubung bikonus dengan manometer pembaca perlawanan dan hambatan lekat tanah (umumnya panjang masing-masing = 1 m’).

Dalam bidang teknik sipil, istilah tersebut tidak lah asing lagi, apalagi dalam perencanaan bangunan berbobot berat, test sondir wajib dilakukan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan dan untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah keras (Estimate Hard Soil). Hal tersebut bertujuan untuk mendesain type pondasi yang tepat/cocok serta ekonomis dan Pondasi yang akan digunakan mampu untuk menahan beban bangunan yang diatasnya, sehingga bangunan tersebut tetap kokoh dan tidak mengalami penurunan (Settlement) yang bisa saja membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan dan penghuni didalamnya.

Saat ini ada beberapa daerah menerapkan Perda (Peraturan Daerah) dalam pengajuan permohonan IMB pada bangunan tinggi (3 lantai keatas) harus melampirkan data uji sondir dalam pemenuhan syarat teknis. Salah satu nya adalah : https://dpu.kulonprogokab.go.id/detil/363/uji-sondir-soil-test-sebagai-syarat-mutlak-dalam-perijinan-bangunan-tinggi, https://riaupos.jawapos.com/pekanbaru/03/03/2020/225833/sondir-dan-pengurusan-imb.html, dan beberapa daerah lainnya.

Tujuan test Sondir Apa?

Test Sondir dilakukan adalah untuk mendapatkan data teknis tanah yang digunakan dalam perencanaan pondasi secara keseluruhan pada bangunan tersebut. Data tanah yang akan diperoleh dalam pengujian sondir adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui daya dukung tanah setiap lapisan dan kedalaman tanah keras (Estimate Of Hard Soil).
  2. Untuk mendapatkan daya dukung tanah melalui perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya transversal satuan luas dan hambatan lekat atau perlawanan geser terhadap selubung bikonus dalam gaya persatuan panjang.

Apakah ada standart dan rumusnya?

Pelaksanaan Sondir dilakukan sesuai dengan Standard ASTM D 3411 T 75, dengan memakai alat sondir ringan kapasitas 2,5 ton. Pekerjaan sondir dilakukan untuk mengetahui perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya geser persatuan luas. Sedangkan gaya lekat adalah gaya geser selubung bikonik yang berlaku per satuan panjang. Alat yang digunakan untuk mengukur daya dukung tanah melalui sondir ini adalah penetrometer (Dutch Cone Penetration Test). Penyondiran ini dilakukan sampai mencapai kekuatan tanah keras dengan bacaan nilai konus CR ³ 200 kg/cm² atau mencapai kedalaman max. 25 meter, maka pekerjaan sudah dapat dihentikan. Dalam pekerjaan ini tidak dapat diperoleh keterangan tentang jenis tanah, maka untuk mengetahui jenis lapisan tanah, dapat dilakukan Penafsiran baik jenis lapisan (Roberston dan Campanela 1983, Ir. Sunggono kh 1995 , Buku Teknik Sipil, Penerbit NOVA, Bandung) dan konsitensi nya (Terzaghi dan Peck 1948), .

Dari penyondiran dengan memasukkan bikon ke dalam tanah akan diperoleh Cone Resistance (CR) dan Total Resistance (TR) dalam satuan kg/cm² dari pembacaan manometer untuk setiap interval 20 cm.

Dengan didapatkannya CR dan TR, maka selanjutnya dari analisa akan didapatkan :

  1. FR =   TR – CR

     FR     =   Friction Resistance ……………………..          kg/cm²

     TR    =   Total Resistance ………………………..          kg/cm²

     CR    =   Cone Resistance ………………………..          kg/cm²

  1. SF =   FR x 20/10 ……………………………… kg/cm

     SF     =   Skin Friction …………………………….          kg/cm

     20     =   interval pembacaan …………………….          (cm)

     10     =   Faktor alat (Reduction Factor)

  1. TSF =   Total Skin Friction ………………………         kg/cm
  2. LSF =   FR / 10
  3. 5. LSF   =   Local Skin Friction ………………………         kg/cm²

Apa saja peralatan yang dipergunakan?

Peralatan yang dipergunakan adalah :

  1. Mesin sondir ringan (2,5 ton)
  2. Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam
  3. Manometer 2 buah dengan kapasitas 0 – 50 kg/cm2 dan 0 – 250 Kg/Cm2
  4. Bikonus
  5. 4 buah angker dengan perlengkapannya
  6. Kunci pipa, alat pembersih, minyak hidrolik, dll.
  7. Area pekerjaan sondir kurang lebih 2 x 2 meter (4 meter persegi).

Metode pelaksanaannya Bagaimana?

  1. Pasang alat pengaman di sekitar tempat kerja.
  2. Pasang dan sesuaikan Sondir agar vertikal pada titik yang akan diuji menggunakan angker yang tertanam kuat di tanah.
  3. Pasang bikonus pada ujung pipa pertama.
  4. Pasang rangkaian pertama beserta bikonus tersebut pada mesin sondir.
  5. Tekan pipa untuk memasukkan bikonus sampai kedalaman 20 Cm.
  6. Tekanlah batang ke dalam tanah dengan suatu rangkaian stang dalam dan casing luar, perlawanan ujung dan hambatan lekat diukur dengan suatu alat pengukur (manometer) yang ditempatkan pada kerangka mesin sondir di permukaan tanah.
  7. Setelah pengukuran dilakukan, konis, stang dan casing luar dimajukan sampai ke titik (kedalaman) dimana pengukuran berikutnya dilakukan dengan hanya menekan casing luarnya saja. Hal ini secara otomatis akan mengembalikan konis tersebut pada posisi yang siap untuk pengukuran berikutnya. Pembacaan biasanya dilakukan setiap 20 Cm.
  8. Hasil – hasil penyelidikan ini dinyatakan secara grafis; nilai konis digambar dalam Kg/Cm2 dan hambatan pelekat digambar sebagai jumlah untuk kedalaman yang bersangkutan per Centimeter keliling, yaitu dalam Kg/Cm. Hambatan pelekat setempat kemudian diperoleh dari kemiringan atau (gradien) dari kurva ini terhadap sumbu vertical.
  9. Penekanan stang sondir ini dilakukan sampai nilai konis mencapai 200 Kg/Cm2 untuk sondir yang berkapasitas 2,5 Ton dan atau sampai kedalaman yang telah ditentukan umumnya ± 25 M (mana yang tercapai lebih dulu).
  10. Buatkan grafik hubungan kedalaman dengan bacaan perlawanan tanah terhadap ujung konus (CR), hambatan lekat terhadap selubung bikonus (SF) dan Total Friction/Hambatan lekat (TR).

Apa keuntungan test Sondir?

  1. Cocok untuk lapisan tanah lempung dan berpasir
  2. Dapat dengan cepat menentukan perlawanan setiap lapisan tanah.
  3. Dapat dengan cepat memperkirakan perbedaan/jenis lapisan tanah melalui penafsiran dan konsistensi tanah.
  4. Dapat dengan cepat mengetahui daya dukung tanah dan daya dukung pondasi dalam dengan rumus empiris.
  5. Dapat dengan cepat diketahui level muka air tanah (GWL).

Dengan penjelasan singkat diatas terkait dengan apa itu sondir, manfaat dan keuntungan nya, kami berharap anda sudah paham langkah awal yang harus dilakukan bila anda akan merencanakan pondasi sebuah bangunan. Baik itu bangunan bertingkat (Mall, hotel, rumah pribadi lebih dari 3 lantai), jembatan dan pabrik.

Dengan adanya data sondir, tidak ada keraguan lagi terhadap rancangan pondasi yang anda rencanakan.

Sekarang apabila anda membutuhkan jasa sondir, perusahaan kami hadir siap kapan saja untuk membantu. Jangan ragu untuk menghubungi kami. Dengan menggunakan jasa kami, semua masalah terkait soil investigation pada proyek anda akan tuntas dan cepat terselesaikan.

Info lebih lanjut silahkan hubungi kami di :

Website kami : www.ptbimasantosa.com

Email : ptbimasantosa@yahoo.com

FB : Bimasantosa Teknik Sondir

Call/WA : 082240804040 (E.S. Santosa)

Foto – foto pelaksanaan lapangan :

Hubungi